Tidak semua furniture dalam proyek menerima tingkat penggunaan yang sama.
Dining chair di restoran, misalnya, digunakan berulang kali sepanjang jam operasional. Kursi terus ditarik, dipindahkan, diduduki oleh pengguna berbeda, serta dibersihkan secara rutin.
Sementara itu, sebuah accent chair di sudut lobby mungkin memiliki frekuensi penggunaan yang lebih rendah.
Membagi furniture berdasarkan intensitas penggunaan membantu menentukan prioritas dalam perencanaan.
Furniture pada area dengan traffic tinggi perlu mendapatkan perhatian lebih pada fungsi, konstruksi, kemudahan penggunaan, dan maintenance. Sebaliknya, furniture yang berfungsi sebagai elemen pendukung atau dekoratif memiliki prioritas berbeda.
Pendekatan ini juga membantu ketika tim perlu menyesuaikan desain dengan budget proyek.